Indikator
  • Undercontruction

Mendagri Akui Kasus e-KTP Berdampak Buruk atas Kinerja Pegawai

Home / Peristiwa - Nasional / Mendagri Akui Kasus e-KTP Berdampak Buruk atas Kinerja Pegawai
Mendagri Akui Kasus e-KTP Berdampak Buruk atas Kinerja Pegawai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, tak menampik, kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) berdampak buruk terhadap kinerja pegawai di Kementeriannya.

Menurutnya, sejak kasus ini bergulir sedikitnya sudah ada 98 pegawai hingga pejabat eselon I di lingkungan Kemendagri yang bolak-balik dipanggil KPK untuk dilakukan pemeriksaan.

"Permasalahan e-KTP di Kemendagri belum selesai. Dalam 1,5 tahun belakangan 98 pegawai hingga pejabat eselon I hidupnya terus bolak balik dipanggil KPK," ujar Tjahjo di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Bahkan lanjut dia, kasus mega proyek yang merugikan keuangan negara sebasar Rp.  2,3 triliun tersebut membuat Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri takut menandatangani proyek pengadaan blanko e-KTP.

‎"Dirjen sampai tidak berani teken kontrak blangko e-KTP. Saya pun mendorong Dirjen agar berani tanda tangan," beber dia.

Meski demikian, Menteri asal PDI Perjuangan ini memastikan persoalan data kependudukan bisa diselesaikan hingga akhir tahun ini. 

"Sampai saat ini sudah 94,93 persen masyarakat terekam data kependudukannya. Kami targetkan tahun ini selesai proses pembuatan KTP elektronik," jelasnya.

Tambahan informasi, data kependudukan ini sangat penting bagi masyarakat. Sebab disamping bertujuan tertib administrasi, data kependudukan juga dapat mempermudah dalam mengakses layanan publik. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com