Indikator
  • Undercontruction

Kali Pertama, Saat Perayaan Nyepi Bromo Ditutup Total

Home / Wisata / Kali Pertama, Saat Perayaan Nyepi Bromo Ditutup Total
Kali Pertama, Saat Perayaan Nyepi Bromo Ditutup Total Salah satu hotel di kawasan Gunung Bromo tampak sepi (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, PROBOLINGGO – Perayaan Haro Raya Nyepi umat Hindu Tengger, di Lereng Gunung Bromo, berlangsung berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini, selama 1 x 24 jam, jalur Bromo ditutup total. Penutupan, dilakukan petugas gabungan. Mulai dari tokoh adat hingga aparat keamanan.

Suasana sepi pun menyelimuti lokasi wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Hotel dan lautan pasir yang biasanya ramai saat libur nyepi, kali ini tidak ada wisatawan sama sekali. Hal itu, karena ada penutupan selama 24 jam, atau selama perayaan nyepi.

Khidmatnya suasana nyepi ini, tak hanya terasa di sekitar hotel, dan lautan pasir. Tetapi sampai ke pemukiman warga. Guna menjaga keamanan selama catur brata penyepian, ada petugas gabungan yang berpatroli, ke rumah-rumah penduduk.

Tutup-Nyepi.jpg

Mereka adalah Jogoboyo, atau organisasi adat setempat. Tak hanya itu, pengamanan juga dilakukan oleh Satpol PP, TNI, dan Polri. Sehingga selama perayaan nyepi, dipastikan tidak ada gangguan apapun.

“Penutupan ini,baru pertama kali dilakukan. Bertahun-tahun sebelumnya, walaupun nyepi, akses wisata gunung eksotis ini tetap buka. Sehingga khidmatnya catur brata tidak terasa,” kata Camat Sukapura, Yulius Christian, Sabtu (17/3/2018).

Penutupan ini membuat warga setempat sangat bersyukur karena bisa menjalankan ibadah dan merasakan sakralnya catur brata penyepian. Yakni, amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati rasa.

Tutup-Nyepi-3.jpg

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya penutupan ini. Namun demikian, penutupan ini tidak berlaku total. Warga dan tokoh agama setempat, masih memberikan sejumlah toleransi. Misalnya, untuk keadaan darurat, orang sakit atau melahirkan, masih bisa ditolerir.

Dengan perayaan nyepi tahun baru saka 1940 ini, diharapkan bisa menjadi momen untuk menyucikan diri. Baik secara lahir maupun bathin. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com