Anas Thahir Dorong Pemerintah Tingkatkan Pelayanan dengan One Pesantren One Faskes

Home / Berita / Anas Thahir Dorong Pemerintah Tingkatkan Pelayanan dengan One Pesantren One Faskes
Anas Thahir Dorong Pemerintah Tingkatkan Pelayanan dengan One Pesantren One Faskes Anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Anas Thahir (FOTO: Istimewa)

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Anas Thahir mendorong pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk semakin meningkatkan pelayanan kesehatan pesantren dengan sistem One Pesantren One Faskes.

"Untuk menunjang pemerataan fasililas kesehatan di pesantren dan mempercepat realisasi, diharapkan tahun penganggaran 2020 faskes (fasilitas kesehatan) di Pesantren menjadi program unggulan dan prioritas Kemenkes," kata Anas Thahir kepada TIMES Indonesia di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Untuk itu, kata dia, berdasarkan RDP Kemenkes dengan Komisi IX, Senin, tanggal 9 Desember 2019 kemaren, Anas Thahir mendorong Kemenkes bekerja sama dengan Kementrian/lembaga terkait agar membangun infrastruktur faskes bagi Pesantren yang menurutnya bisa disingkat menjadi one Pesantren one faskes dan paling tidak faskes tingkat 1.

"Dengan disahkannya Undang-undang Pesantren no 18 tahun 2019, lembaga Pesantren telah memiliki kedudukan yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya di depan undang-undang, karenanya saya minta Menteri Kesehatan RI dalam menyusun program Kementrian tahun 2020 bisa memberikan perhatian lebih besar terhadap peningkatan fasilitas kesehatan Pesantren yang sebagian diataranya masih sangat memprihatinkan," paparnya.

Anggota DPR RI Komisi IX itu menyampaikan, sesuai data Kemenag tahun 2016, jumlah pesantren di Indonesia sudah mencapai 28.194 lembaga dengan jumlah santri sebesar 4.290.626 jiwa. Dengan jumlah pesantren yang begitu banyak, dia mengusulkan agar Menteri Kesehatan bisa segera merespons program one pesantren one faskes yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pesantren yang ada di berbagai daerah.

Dia menguraikan, untuk pesantren besar yang jumlah santrinya di atas 10 ribu orang bisa berupa fasilitas pukestren, setara dengan puskesmas. Tapi untuk pesantren yang lebih kecil bisa saja dalam bentuk klinik, bantuan dokter umum, sanitasi, atau sekedar fasilitas air bersih.

"Jika ini terjadi kepemimpinan Pak Terawan akan tercatat sebagai Menkes yang sangat membanggakan bagi masyarakat pesantren di Indonesia," kata dia.

Anas Thahir menambahkan, kolaborasi antara kementerian atau lembaga harus lebih ditingkatkan untuk memenuhi faskes di pesantren-pesantren. "Perlu kolaborasi dengan Kemenpupera, Kemendes-PDTT," kata anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com