DPR RI Mengaku Jengkel Banyak BUMN Kerap Merekayasa Laporan Keuangannya

Home / Berita / DPR RI Mengaku Jengkel Banyak BUMN Kerap Merekayasa Laporan Keuangannya
DPR RI Mengaku Jengkel Banyak BUMN Kerap Merekayasa Laporan Keuangannya Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha. (Istimewa)

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha mengaku geram dengan perilaku sejumlah BUMN yang kerap merekayasa laporan keuangannya (window dressing).

"Perilaku BUMN yang memoles laporan keuangan itu bikin jengkel. Laporan keuangan saja dimanipulasi berarti kan ada yang tidak beres dengan perusahaan itu," kata Toha dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Pernyataan Toha ini menyikapi pengakuan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengungkapkan modus sejumlah BUMN yang merekayasa laporan keuangannya agar tidak diketahui merugi.

Selain Erick, BPK juga menemukan fakta terjadinya pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan PT Jiwasyara, dan PT Asabri. Perilaku manipulasi laporan keuangan juga pernah dilakukan PT Garuda Indonesia.

Menurut Toha, BPK harus mengaudit semua laporan BUMN. Dalam skla prioritas, BPK harus mengaudit semua BUMN jasa keuangan.

"BUMN di bidang jasa keuangan menjadi prioritas karena jangan sampai kasus Jiwasraya dan Asabri terjadi di perusahaan lainnya," papar politisi PKB ini.

Toha pun mengingatkan Menteri BUMN untuk benar-benar mengawasi perusahaan plat merah agar tidak ada lagi yang berani menyusun laporan keuangan yang sudah dimodifikasi.

"Pengawasan oleh Kementerian BUMN juga menjadi penting agar kasus sama tidak terulang. Bagaimana mungkin Kementerian BUMN bisa ditipu dengan laporan keuangan yang sudah direkayasa. Kan aneh," pungkas Toha. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com