Bupati Lamongan Fadeli: Satu Mahasiswa Lamongan di Wuhan Sudah Pulang

Home / Berita / Bupati Lamongan Fadeli: Satu Mahasiswa Lamongan di Wuhan Sudah Pulang
Bupati Lamongan Fadeli: Satu Mahasiswa Lamongan di Wuhan Sudah Pulang Bupati Lamongan, Fadeli (kemeja putih) bersama Dandim dan Wakapolres Lamongan melakukan teleconference dengan mahasiswa Unesa yang berada di China, Rabu (20/1/2020). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, LAMONGANBupati Lamongan Fadeli mengungkapkan, dari sejumlah mahasiswa asal Jawa Timur yang sedang menempuh pendidikan di Kota Wuhan, China, lima di antaranya berasal dari Kabupaten Lamongan.

Kelima mahasiswa tersebut, tiga di antaranya merupakan mahasiswa Universita Negeri Surabaya (Unesa) yang sedang menjalani tugas belajar di sebuah perguruan tinggi yang berada di Kota Euhan Cina.

Mereka adalah Pramesti Ardita Cahyani (23), asal Desa/Kecamatan Brondong, Humaidi Sahid asal Desa Payaman, Kecamatan Solokuro serta Ayu Winda, warga Jl. HOS Cokroaminoto GG. Siwalan no 5 Ngaglik Timur, Lamongan.

Fadeli-18.jpg

Selain tiga mahasiswa Unesa, masih ada dua mahasiswa yang berangkat dari perguruan tinggi swasta, yaitu Nurul Hikmawati asal Desa Takerhajo, Kecamatan Solokuro yang menempuh pendidikan di Nantong Shipping Collage dan Iffa Maratus Shohibul Birri asal Desa Jetak, Kecamatan Paciran yang menempuh pendidikan S2 di Tianjin Foreign Studies University.

"Ini data yang kami bisa sampaikan sampai hari ini," kata Bupati Lamongan, Fadeli, usai melakukan teleconference dengan mahasiswa asal Lamongqn yang berada di Wuhan, China, Rabu (29/1/2020).

Dari lima mahasiswa tersebut, baru Nurul Hikmawati yang telah meninggalkan China dan saat ini dalam menuju ke tanah air.

Fadeli-19.jpg

"Nurul Hikmawati sedang perjalanan dari China menuju Jakarta. Tapi sekarang masih berada di Thailand dan besok mungkin sudah sampai di Surabaya. Kita akan siapkan jemputannya ke Surabaya," ujarnya.

Selain itu, kata Fadeli, pihaknya juga terus berupaya mencari data warga Lamongan yang berada di Wuhan, China untuk dipulangkan ke Indonesia.

"Kita mendata dulu yang dari Lamongan, kami juga masih mencari informasi, kalau memang ada secepat mungkin kita tarik ke Indonesia untuk memberikan support pengamanan. Karena di sana (Wuhan) pasti ada rasa kurang nyaman," ucap Bupati Lamongan Fadeli. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com