Soal Tersangka Guru Dicukur Gundul, Kapolres Sleman: Tak Mungkin Kita Semena-mena

Home / Berita / Soal Tersangka Guru Dicukur Gundul, Kapolres Sleman: Tak Mungkin Kita Semena-mena
Soal Tersangka Guru Dicukur Gundul, Kapolres Sleman: Tak Mungkin Kita Semena-mena Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah ketika memantau pencarian korban susur sungai Sempor beberapa waktu lalu. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, YOGYAKARTA – Kondisi tiga tersangka guru tragedi susur sungai Sempor SMPN 1 Turi, yang dihadirkan saat konferensi pers dengan kepala dicukur gundul menuai reaksi berbagai pihak.

Respon masyarakat bermunculan dengan berbagai asumsi. Jadi topik perbincangan hangat netizen. Bahkan, sempat memunculkan reaksi keras Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tak sedikit netizen yang menghujat, memojokkan aparat namun ada juga yang sebaliknya. Berbagai media banyak juga intens membahas persoalan ini. Mulai menanyakan SOP penahanan, adanya pemeriksaan dari propam dan sebagainya.

Namun para tersangka tragedi susur sungai Sempor SMPN 1 Turi Sleman yakni IYA, DDS dan R mengklarifikasinya.

Klarifikasi terjadi ketika penjabat Sekda Sleman Hardo Kiswoyo, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Arif Haryono, Kepala Biro dan Advokasi Perlindungan Hukum dan Penegakan Kode Etik PGRI Andar Rujito, serta Ketua LKBH PB PGRI DIY Sukirno, saat menemui mereka di Aula Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020).

"Gundul memang permintaan kami. Pada dasarnya demi keamanan. Karena kalau tidak gundul banyak yang melihat dan mudah mengenali saya ini," kata IYA dalam kesempatan itu.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah SH SIK mengatakan, pada prinsipnya penyidik Satreskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polres Sleman melakukan penyelidikan dengan sangat hati-hati. Terlebih berkaitan dengan anak, masuk ranah internasional. Termasuk tuntutan masyarakat yang luar biasa.

"Kami lakukan secara prosedural dan tidak mungkin semena-mena kepada para tersangka," jelas AKBP Rizky Ferdiansyah kepada TIMES Indonesia, Kamis (27/2/2020).

Apakah anggota melakukan pelanggaran atau tidak? Rizky menyatakan Propam telah turun ke Polres Sleman melakukan pemeriksaan.

"Namun kita juga belum tahu hasilnya seperti apa," ungkap Rizky Ferdiansyah

Rizky menegaskan para penyidik dalam melaksanakan pemeriksaan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Apalagi, ketiga tersangka itu merupakan para guru. "Tidak mungkin kami memperlakukan mereka dengan tidak manusiawi," jamin Risky Ferdiansyah.

Penyidikan kasus tersebut juga tetap memegang dan mengikuti aturan.

"Kita tetap melaksanakan aturan yang ada, dan harus saya sampaikan. Bahwasannya kami bisa jadi Polisi seperti ini karena jasa para guru. Begitupula dengan para anggota saya. Keberhasilan mereka semua karena guru. Jadi tidak mungkin memperlakukan guru dengan tidak manusiawi," papar Rizky Ferdiansyah.

Karena itu, masyarakat diminta mempercayakan proses hukum kasus ini kepada aparat kepolisian. Di samping itu, masyarakat juga diharap tetap tenang dan jangan melakukan ancaman kepada pihak keluarga para tersangka. Terlebih lagi sampai mengganggu privasinya.

"Seorang guru selalu mengajarkan kepada muridnya untuk tidak berbohong pada orang lain. Nah, para tersangka juga sudah melakukannya dengan baik saat proses penyelidikan. Ketiganya menjalani proses hukum secara kooperatif," ungkapnya.

Menurur Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, penyidik Polres Sleman bekerja dengan penuh kehati-hatian.

"Bukan bekerja karena tekanan. Proses penyidikan susur sungai Sempor yang melibatkan pembina pramuka dan guru akan terus berjalan berdasar fakta hukum yang ada bukan karena asumsi," tegas Kapolres Sleman AKBP Risky Ferdiansyah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com