Pidato Lengkap Presiden RI Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2020

Home / Berita / Pidato Lengkap Presiden RI Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2020
Pidato Lengkap Presiden RI Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2020 Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat hadir di Gedung Parlemen MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2020). (FOTO: Instagram resmi Jokowi)

TIMESJAKARTA, JAKARTAPresiden RI Jokowi dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI 2020 menyinggung banyak hal, mulai masalah wabah Covid-19, krisis ekonomi global, bantuan sosial, penguatan cadangan pangan, implementasi B30 hingga Perppu No.1/2020. 

Berikut ini Redaksi TIMES Indonesia menyajikan pidato lengkap Presiden RI Jokowi pada Sidang Tahunan MPR RI, DPR RI, DPD RI Tahun 2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi, Salam Sejahtera bagi kita semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. 

Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak KH Ma'ruf Amin beserta Ibu Wury Estu Ma'ruf Amin; Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota MPR Republik Indonesia; Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPR Republik Indonesia; Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPD Republik Indonesia; 

Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara; Yang saya hormati Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima; Yang saya hormati Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia Keenam; Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz; Yang saya hormati Bapak Muhammad Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla; Yang saya hormati Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono; 

Yang saya hormati Ibu Hajah Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid; Yang saya hormati, Yang Mulia Para Duta Besar Negara-Negara Sahabat dan para Pimpinan Perwakilan Badan dan Organisasi Internasional; Yang saya hormati, para Ketua Umum Partai Politik yang hadir, Yang saya hormati para hadirin, Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

Semestinya, seluruh kursi di Ruang Sidang ini terisi penuh, tanpa ada satu kursi pun yang kosong. Semestinya, sejak 2 minggu yang lalu, berbagai lomba dan kerumunan penuh kegembiraan, karnaval-karnaval perayaan peringatan hari kemerdekaan diadakan, menyelimuti suasana bulan kemerdekaan ke-75 RI. 

Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka. Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali, sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi Covid-19. 

Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737 ribu jiwa. Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19. 

Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17%. 

Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan. Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya. 

Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar. 

Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. 

Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country. 25 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju. 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com