Terlibat Kasus Suap Kemenag, DPP PPP Diminta Copot Jabatan Musyaffa Noer

Home / Berita / Terlibat Kasus Suap Kemenag, DPP PPP Diminta Copot Jabatan Musyaffa Noer
Terlibat Kasus Suap Kemenag, DPP PPP Diminta Copot Jabatan Musyaffa Noer Massa aksi yang mengatasnamakan diri Komunitas Cinta Bangsa (KCB) saat menggelar demonstrasi di depan Kantor DPP PPP, Jakarta. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Komunitas Cinta Bangsa (KCB) menggelar aksi di depan DPP PPP, Jl Diponegoro No 60 Jakarta Pusat, Jumat 13 September 2019. KCB mendesak DPP PPP memecat Ketua DPW PPP Jawa Timur, Musyaffa Noer.

Musyaffa menurut mereka telah menjadi beban PPP karena disebut berperan dalam kasus suap jabatan di Kemenag Jawa Timur. Sehingga Musyaffa perlu dicopot dari jabatannya agar kepercayaan masyarakat kepada PPP kembali pulih.

Nama Musyaffa disebut dalam surat dakwaan mantan Ketua Umum PPP Romahumuziy di persidangan tindak pidana korupsi pada Rabu, 11 September 2019 lalu.

"PPP harus berbenah diri, agar rakyat tetap percaya bahwa PPP tetap menjadi wadah bagi politisi bersih," kata Adin, kordinator KCB dalam orasinya di depan Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

KCB juga meminta KPK RI untuk memproses Musyaffa lebih lanjut. Apalagi dalam putusan sidang Tipikor dengan terpidana Haris Hasanuddin dan Muhammad Muafaq Wirahadi nama Musyaffa disebut ikut menerima suap dari terpidana tersebut kasus suap tersebut.

Di samping mendesak untuk mencopot Musyaffa Noer dari jabatannya sebagai Ketua DPW Jatim, Adin juga meminta KPK RI menyeret semua dalang kasus jual beli jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur. Termasuk mantan Ketum PPP Romahumuziy, mantan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan mantan Kakan Kemenag Gresik, Munafiq Wirahadi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com