Memindahkan Ibu Kota Negara adalah Memindahkan Mindset Bangsa, Begini Penjelasan Menteri PUPR RI

Home / Berita / Memindahkan Ibu Kota Negara adalah Memindahkan Mindset Bangsa, Begini Penjelasan Menteri PUPR RI
Memindahkan Ibu Kota Negara adalah Memindahkan Mindset Bangsa, Begini Penjelasan Menteri PUPR RI Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono M. Sc.PhD saat ikut mengayubagyo pengukuhan dua guru besar di Universitas Brawijaya Malang. (FOTO: Istimewa)

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ditegaskan Menteri PUPR RI (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI) Mochamad Basoeki Hadimoeljono M. Sc.PhD bukan sekedar memindahkan pusat pemerintahan, namun memindahkan mindset bangsa Indonesia ke depan.

Menteri PUPR RI menyampaikan hal itu pada acara pengukuhan dua orang guru besar di Universitas Brawijaya, Prof. Amin Setyo Leksono, S.Si, M.Si, Ph.D dan Prof. Dr. Ir Pitojo Tri Juwono, M.T., Rabu (14/11/2019) siang.

Ditegaskan, pemindahan IKN ini bukan hanya memindahkan fisik pemerintahan, tidak sekedar memindahkan kantor PU ke Kaltim atau tidak hanya memindahkan kantor Presiden ke Kaltim, tetapi juga ingin memindahkan hijrahnya mindset bangsa Indonesia ke depan.

"Ini bukan untuk generasi saya dan bapak-bapak, tapi ini untuk generasi kita 50 sampai 100 tahun ke depan.

Jadi, kata Menteri Basoeki, kalau hanya memindahkan ibu kota pemerintahan, maka tidak akan produktif, mahal dan sepi. "Kita tidak ingin hanya memindahkan goverment activities saja. Seperti di Putra Jaya Malaysia itu, kalau Jumat sore kotanya sepi karena penduduknya pada pulang ke Kualalumpur. Atau yang di Australia juga sama. Kita tidak ingin seperti itu," tuturnya.

Ia mengaku telah mempelajari lebih dari 78 pengalaman pemindahan ibu kota di negara-negara di seluruh dunia baik yang berhasil maupun yang gagal.

"Terakhir kami mempelajari proses pemindahan ibukota Nursultan di Kazakhstan. Insyaallah kita lebih baik dari sana. Namun yang jelas kita tetap hati hati dengan konsep forest city. Tujuan kita adalah Smart Metropolist, pembangunan kota pintar nan metropolis," katanya.

Di Nursultan, lanjut Mentero Basoeki, jarak ibu kota negara yang baru kira-kira 1000 kilometer dari ibu kota lama. Mereka sangat surprise. "Misalnya yang kami lihat di sana, saat sholat Jumat saja di masjid berkapasitas 5000 orang,  hampir seluruhnya anak muda. Yang tua hanya saya," ujar Basoeki.

Ternyata, kata dia, kota Nursultan itu dihuni oleh 70% anak muda. Umurnya di bawah 38 tahun. Saat makan malam pun, lanjut Basoeki di mall-mall yang terlihat juga keluarga muda dengan satu, dua anak yang masih kecil-kecil. "Jadi waktu malam, grup Indonesia ini ketok tuwo dewe (kelihatan paling tua)," paparnya sembari tertawa.

Karena itu Menteri Basoeki menegaskan pemindahan IKN Indonesia ke Kalimantan ini diperuntukkan kaum milenial yang sekarang. "Kita tidak tahu apakah 50 sampai 100 tahun ke depan masih dibutuhkan mall yang besar atau tidak. Sebab semuanya sudah online," tambahnya.

Karena itu pula dalam sayembara tentang masterplan IKN yang insyaallah akhir bulan Desember selesai akan menjadi penguatan referensi konsep IKN itu.

Namun yang jelas, menurut Basoeki, ada tiga hal yang inti atau corenya, di sana ada 4000 ha untuk goverment officenya centralnya, IKN sendiri disiapkan seluas 40.000 ha, serta untuk pengembangannya disediakan 180.000 ha.

Hingga kini ada 755 grup peserta sayembara. Hadiah yang disiapkan sebenarnya tidak seberapa.Pemerintah sengaja mengadakannya karena untuk pemindahan IKN ini semua warga negara berhak dan juga mungkin ingin berkontribusi untuk membangun ibu kota negaranya

"Bisa saja kami tunjuk konsultan. Tapi pasti jauh lebih mahal. Kami juga tidak ingin nanti ada pertanyaan, mengapa konsultan ini dan itu kok ditunjuk," tegasnya.

Setelah sayembara, lanjut Basoeki, mudah-mudahan akan menjadi lebih baik. Sebab setelah itu akan dilaksanakan detail design selama 6 bulan. Kemudian semester kedua tahun 2020 akan mulai dilakukan public goodnya, yaitu mambangun jalan, drainase, air baku, sampai bendungan intakenya.

Jadi, seperti diungkapkan Menteri PUPR RI pemindahan Ibu Kota Negara bukan sekedar memindahkan pusat pemerintahan, namun memindahkan mindset bangsa Indonesia ke depan.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com