Yunarto Wijaya: Bamsoet Mundur Karena Ada Intervensi Luhut Binsar Panjaitan

Home / Berita / Yunarto Wijaya: Bamsoet Mundur Karena Ada Intervensi Luhut Binsar Panjaitan
Yunarto Wijaya: Bamsoet Mundur Karena Ada Intervensi Luhut Binsar Panjaitan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya (Edi Junaidi Ds/TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengungkapkan bahwa mundurnya Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Calon Ketua Umum Golkar pada Munas ke-X Golkar ada intervensi dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut pria yang akrab disapa Toto itu,  selama dua kali Munas Golkar Luhut dianggap tokoh sentral berpengaruh yang mewakili suara Presiden Joko Widodo.

"Harus diakui bahwa Luhut punya peranan besar dua kali Munas terkahir itu. Pak Luhut dilihat sebagai tokoh sentral yang dianggap mewakiki suara Jokowi," kata Yunarto di Hoterl Rizt Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Ia menjelaskan, apabila dilihat secara sempit, permintaan Luhut ke Bamsoet untuk mundur, ada intervensi kekuasaan dalam Munas Golkar. Akan tetapi, jika dilihat secara luas, intervensi Luhut itu sah-sah saja. Sebab Luhut merupakan salah satu dewan Pembina Golkar.

"Luhutkan memang orang Golkar, Luhut kan memang memikiki jabatan pembina. Kalau nggak salah di Golkar dia memang punya kewenangan untuk melakukan itu," lanjutnya.

Akan tetapi kata dia, kekuasaan melakukan intervensi seperti apapun di Munas Golkar tidak akan berhasil apabila tidak ada pembagian kekuasaan antara Bamsoet dan Airlangga Hartarto.

Menurut Yunarto, apabila tidak ada deal-deal yang sama-sama menguntungkan antara Bamsoet dan Airlangga, maka pertarungan memperebutkan pucuk pimpinan Golkar akan tertap terjadi. Misalnya saat Munas tahun 2016 di Bali. "Walaupun dikatakan ada intervensi dari kekuasaan ada keberpihakan dari Luhut Binsar Panjaitan toh tetap terjadi pertarungan karena pembagian kekuasaan tidak terjdi. Jadi ini menurut saya ada kompromi yang sepertinya bisa diterima oleh kedua pihak," pungkas Yunarto Wijaya(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com