OJK: Masyarakat Terdampak Berhak Mendapatkan Relaksasi Angsuran Kendaraan

Home / Ekonomi / OJK: Masyarakat Terdampak Berhak Mendapatkan Relaksasi Angsuran Kendaraan
OJK: Masyarakat Terdampak Berhak Mendapatkan Relaksasi Angsuran Kendaraan Ilustrasi gambar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Republika)

TIMESJAKARTA, SURABAYA – Pernyataan juru bicara (jubir) presiden yang menyatakan bahwa relaksasi angsuran kendaraan diprioritaskan untuk masyrakat positif Covid-19 menimbulkan berbagai asumsi di masyarakat. Bambang Mukti Riyadi selaku Kepala KR4 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur, Kamis (2/4/2020) menjelaskan maksud dari pernyataan tersebut.

“Jubir Presiden memang menyampaikan kata “prioritas”. Namun secara ketentuan peraturan OJK memang kebijakan tersebut ditujukan untuk masyrakat atau debitur kecil yang terdampak. Terdampak bukan hanya yang positif namun juga dilihat secara kemampuan ekonominya,” ungkap Bambang Mukti Riyadi.

Menurut Bambang, kebijakan yang ada merupakan salah satu kelonggaran dan peraturan dari Presiden Jokowi untuk membantu masyarakatnya yang terdampak secara ekonomi akibat munculnya wabah virus corona.

Untuk masyarakat yang usaha dan pekerjaan tidak terdampak dan tetap mampu, diimbau untuk tidak mengajukan penundaan atau keringanan cicilan dan membayar cicilan seperti biasanya.

OJK mengimbau bagi masyarakat terdampak bisa menjelaskan keluhanya ke masing-masing bank atau leasing jika merasa terdampak wabah virus Corona dan mengalami penurunan pendapatan yang cukup tajam.

“Keseluruhan, masyarakat yang terdampak usaha maupun pekerjaannya akibat terjadinya virus Corona ini. Jadi bukan hanya yang positif saja,” jelas Bambang.

Bambang menegaskan bahwa untuk wilayah Jawa Timur sebagaian leasing sudah mendata nasabah-nasabah yang terdampak.

“Kami dari OJK berharap bahwa mereka (bank dan leasing) bisa mengidentifikasi nasabah-nasabah yang benar-benar terdampak. Dari pantauan kami beberapa leasing sudah melakukan kebijakan tersebut,” ungkap Bambang.

Untuk mengetahui tata cara pengajuan keringanan kredit bisa dilihat DISINI

Jika masyarakat terdampak Covid-19 tidak mendapatkan haknya. OJK membuka layanan pengaduan melalui telepon 157 atau melalui whatsapp 081157157157. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com