Menjadikan Kabupaten Banyuasin Penghasil Beras Nasional Nomor Satu, Ini Kajiannya

Home / Ekonomi / Menjadikan Kabupaten Banyuasin Penghasil Beras Nasional Nomor Satu, Ini Kajiannya
Menjadikan Kabupaten Banyuasin Penghasil Beras Nasional Nomor Satu, Ini Kajiannya Bupati Banyuasin Askolani saat tinjau lahan bersama Staf Ahli Kementan RI (FOTO: Humas Banyuasin)

TIMESJAKARTA, BANYUASIN – Bupati Banyuasin H Askolani ingin Kabupaten Banyuasin naik peringkat menjadi daerah nomor satu sebagai penghasil beras nasional.

Orang nomor satu di Banyuasin ini beserta jajaranya terus melakukan terobosan untuk mencapai target tersebut. "Dan target tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian RI," ujar Askolani Jasi, Minggu (12/7/2020) dalam rilisnya.

Menurutnya peluang itu masih terbuka mengingat Kabupaten Banyuasin memiliki luas lahan yang masih bisa dioptimalkan melebihi daerah Indramayu, Kerawang dan Subang Jawa Barat.

"Keseriusan kita, Sabtu kemarin kita menghadirkan Menteri Pertanian yang diwakili Staf Ahli Menteri bidang investasi Pertanian Dr Ir Sumardjo Gatot Irianto dan Kepala Dinas Pertanian Propinsi Sumsel Ir Antoni Alam, M Si untuk meninjau Lahan Persawahan Kecamatan Rantau Bayur yang akan dioptimalkan melalui Program Petani Bangkit yakni salah satunya Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi)," terangnya.

Diterangkan Bupati Askolani, saat ini luas lahan pertanian sawah Banyuasin diantaranya Kecamatan Rantau Bayur memiliki luas tanam 16.337 hektar, Kecamatan Rambutan 5.009 hektar, Tungkal Ilir 1.764 hektar dan Selat Penuguan 12.710 hektar dan luas tanam tersebut masih bisa di kembangkan lagi.

Produsen-Beras-Nomor-satu-Nasional-2.jpg

Begitu juga Kecamatan Banyuasin III dengan luas 1.239 hektar ini juga masih bisa dikembangkan karena banyak-banyak areal sawah yang tidak dikelola secara baik selama ini.

"Saya yakin, kalau dikelola secara optimal, akan menghasilkan produksi beras yang lebih baik, pengelolaan lahan, pengairan, benih unggul, pupuk dan alsintan akan menjadi prioritas kita ke depan," katanya.

"Target ke depan kata Bupati Askolani, pada tahun 2019 luas tanam 213.813 hektar dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional," kata Politisi PDIP ini.

Staf Ahli Menteri Pertanian bidang investasi Pertanian Dr Ir Sumardjo Gatot Irianto menilai areal persawahan Kecamatan Rantau Bayur masih bisa dioptimalkan.

"Areal persawahannya luas, hanya saja belum dikelola secara baik. Saya kira program Serasi sangat tepat untuk daerah ini, " katanya.

Gatot menilai, Kabupaten Banyuasin saat ini menjadi perhatian nasional karena satu-satunya daerah penghasil beras terbesar ke-4 nasional yang berasal dari luar pulau jawa.

"Dari keterangan Pak Bupati tadi, masih sangat luas lahan yang bisa di kembangkan secara optimal seperti di Kecamatan Rantau Bayur ini, tentu ini menjadi peluang tersendiri bagi Banyuasin untuk menambah luas tanam dan jumlah produksi. Rasanya sangat tepat jika Banyuasin menargetkan untuk menjadi daerah nomor satu penghasil beras nasional dan tentu Kementerian Pertanian akan dukung target tersebut," katanya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Banyuasin Zainuddin SP Msi menjelaskan luas lahan baku sawah Kabupaten Banyuasin 174.371 hektar, tahun 2019 dengan luas tanam 213.813 hektar, terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 ha, IP200 58.007 ha, IP300 36 ha), lahan rawa lembak 25.713 hektar (IP100 21.279 ha, IP200 2.562 ha).

Dengan luas panen 208.598 ha, total produksi 905.846 ton GKG atau setara beras 519.684 ton. Lokasi paling potensial terdapat di 15 kecamatan seperti Muara Telang 23.120 ha, Air Saleh 21.391 ha, Sumber Marga Telang 10.299 ha, Makartijaya 11.000 ha, Muara Sugihan 24.292 ha, Tanjung Lago 15.226 ha, Selat Penuguan 12.710 ha, dan Rantau Bayur 16.337 ha.

Karang Agung Ilir 7.300 Ha, Banyuasin II 6.169 Ha, Muara Padang 6.974 Ha, Rambutan 5.009 Ha, Banyuasin I 3.135 Ha, Air Kumbang 2.588 Ha, Pulau Rimau 2.845 Ha, Suak Tapeh 1.308 Ha, Tungkal Ilir 1.764 Ha dan Banyuasin III 1.239 Ha. Kemudian, Talang Kelapa 909 Ha, Sembawa 557 Ha, dan Betung 202 Ha.

Empat Kecamatan di Kabupaten Banyuasin yang akan dioptimalkan adalah Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir, Selat Penuguan. "Sedangkan Kecamatan Banyuasin III akan dikembangkan dengan cara cetak sawah baru sesuai dengan arahan pak bupati. Kami siap kerja keras untuk mencapai target tersebut," ucapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com