Tumbuh Positif, Kementan RI Dorong Kinerja Ekspor Pertanian Terus Ditingkatkan

Home / Ekonomi / Tumbuh Positif, Kementan RI Dorong Kinerja Ekspor Pertanian Terus Ditingkatkan
Tumbuh Positif, Kementan RI Dorong Kinerja Ekspor Pertanian Terus Ditingkatkan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya jagung. (FOTO: Kementan RI for TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, JAKARTAKementan RI mendorong nilai ekspor pertanian terus ditingkatkan. Sebab, menurut data BPS, hanya sektor pertanian saja yang terus konsisten menunjukan kenaikan positif  bulanan, maupun  secara tahunan atau Year of Year (YoY).

Hal ini menunjukkan bahwa kinerja sektor pertanian Indonesia terus konsistent dan positif  di tengah wabah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Kondisi dari capaian ini menurut Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, harus dijaga dan ditingkatkan dengan melakukan pemetaan daya saing produk pertanian Indonesia. Begitu pula identifikasi produk dan negara pesaing bagi komoditas pertanian Indonesia.

“Hasil FGD Indonesia-Malaysia-Thailad Growth Triangle (IMT-GT) dan Brunei-Indonesia-Malaysia-Phillipines East ASEAN Growth (BIMP-EAGA) yang dilakukan rekan-rekan kami di Biro Kerjasama Luar Negeri, menunjukkan komoditas subsektor perkebunan seperti minyak atsiri, pinang, kapas, cempedak, kakao, sangat potensial di pasar Filipina. Kemudian kelapa kita di Thailand mampu bersaing dengan kelapa Vietnam,” ungkap Kuntoro.

Kuntoro lebih lanjut menjelaskan perdagangan pertanian Indonesia dengan mitra dalam kerangka kerja sama IMT-GT dan BIMP-EAGA masih mengalami surplus. Berdasarkan catatan BPS, ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai USD12,03 milar. Capaian ini meningkat 15,09 persen dibandingkan Mei 2020 yang mencapai USD10,53 miliar.

Sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Kepala BPS Suhariyato menyatakan, bahwa kinerja nilai ekspor Indonesia pada Bulan Juni 2020 lalu merupakan sinyal bagus. “Komoditas pertanian yang memiliki peran besar dalam peningkatan ekspor ini antara lain komoditas kopi, tanaman obat aromatik dan rempah, biji kakao, dan sarang burung wallet,” katanya.

Suhariyanto berharap, ke depan ekspor Indonesia bisa terus meningkat dan capaian baik ini tidak hanya terjadi di bulan Juni tetapi di bulan-bulan selanjutnya. Selain itu ia juga meminta sektor lain untuk mencontoh sektor pertaian yang terus tumbuh.

Untuk menjawab harapan itu, selain pemetaan daya saing dan identifikasi produk pesaing, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Prof. Muhammad Firdaus menyebut, strategi utama yang harus dilakukan adalah peningkatan infrastruktur.

“Infrastruktur merupakan hal mendasar untuk mengurangi biaya logistik yang nantinya dapat mendorong daya saing produk Indonesia. Untuk meningkatkan daya saing bisa melalui pengendalian mutu dan kuantitas produksi, diversifikasi produk terutama transformasi produk bernilai tambah, peningkatan kapasitas pelaku usaha khususnya UMKM, implementasi revolusi industri 4.0, serta pemanfaatan e-commerce juga diperlukan,” ungkap Firdaus. 

Dalam hal peningkatan keunggulan kompetitif komoditas pertanian Indonesia yang sudah dilakukan Kementan RI, Firdaus juga mendorong peran Kementerian Perdagangan agar lebih akseleratif dengan meningkatkan peran diplomasi dalam perjanjian perdagangan di negara-negara tujuan ekspor. Harapannya, capaian nilai ekspor pertanian di bulan Juni 2020 terus berkelanjutan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com