Kuy Gaes, Beri Kekuatan Liver Sebagai "Mesin Pembuangan" Racun

Home / Gaya Hidup / Kuy Gaes, Beri Kekuatan Liver Sebagai "Mesin Pembuangan" Racun
Kuy Gaes, Beri Kekuatan Liver Sebagai "Mesin Pembuangan" Racun Glutera News.

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Hati alias liver adalah salah satu organ vital dalam tubuh kita, sekaligus organ yang paling besar di dalam tubuh kita. Warnanya coklat dan beratnya kurang lebih 1,5 kg. Letak hati berada di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan. Hati terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Bagian kanan hepar enam kali lebih besar dari lobus kiri, yang tersembunyi sebagian di bawah tulang rusuk kanan. Bila terdapat gangguan pada hati, kadang terdapat nyeri di bagian tersebut.

Kenapa hati adalah salah satu organ tubuh terpenting?

Hati memiliki lebih dari 100 fungsi penting dalam mengatur keseimbangan tubuh. Kemampuan hati untuk multitasking membuat hati menjadi salah satu organ paling sibuk dalam tubuh, selain otak, jantung dan ginjal. Hati merupakan pertahanan hidup dan berperan pada hampir setiap fungsi metabolisme tubuh. Hati mempunyai kapasitas cadangan yang besar dan fungsi jaringan untuk mempertahankan tubuh. Ia juga memiliki kemampuan regenerasi yang mengagumkan.

Kesibukan hati dalam menjalankan tugasnya dilakukan oleh sel hati yang disebut hepatosit. Melalui jutaan hepatosit inilah, hati melakukan tugasnya dengan baik. Nah, apa aja tugas si sibuk hati? Yuk, kita ikuti penjelasan berikut ini. Dengan mengenal tugas hati, kita dapat menjaganya dengan baik. 

4 Fungsi Utama Hati

1. Sebagai pelindung tubuh dan ‘mesin’ pembuangan racun (detoksifikasi)

Hati memiliki fungsi proteksi. Dalam organ ini, berbagai jenis racun, sisa obat, alkohol, dan bahan berbahaya yang diproduksi oleh tubuh diubah menjadi zat yang netral, sehingga menjadi unsur yang dapat diterima oleh organ lain.

Hati akan mengubah zat buangan dan bahan racun untuk disekresi dalam empedu dan urin, membersihkan darah sebelum zat-zat toksin tersebut mencapai organ tubuh yang peka, misalnya otak fungsi. Berbagai zat ini akan dikeluarkan melalui ginjal dan usus. Hal ini disebut detoksifikasi.

Selain itu, banyak jenis obat yang harus dicerna di dalam hati sebelum dapat berfungsi sempurna sebelum mengatasi berbagai permasalahan tubuh. Oleh sebab itu, sebelum memberikan obat tertentu, dokter biasanya akan menilai fungsi hati seseorang terlebih dahulu.

2. Sebagai pabrik serbaguna

Hati menjadi tujuan akhir dari kehidupan sel darah merah. Sel darah merah (eritrosit) yang sudah berumur 120 hari harus menuju hati untuk meleburkan diri karena tidak lagi dapat berfungsi dengan baik. Hati akan memecah sel darah merah yang sudah tua dan mengubah hemoglobin yang membawa oksigen di dalam sel darah merah menjadi bahan baku empedu.

Hati menghasilkan empedu sekitar 1 liter per hari, jumlah tersebut akan disalurkan ke dalam kantung empedu untuk keperluan selanjutnya. Bila dibutuhkan, empedu ini akan dikeluarkan melalui usus untuk membantu emulsi lemak serta menyerap vitamin yang dibutuhkan dari makanan.

Selain itu, hati juga berfungsi dalam metabolisme protein. Seperti yang kita ketahui, asam amino yang berjumlah 22 macam dipergunakan dalam tubuh sebagai bahan–bahan dasar pembangunan bentuk tubuh. Beberapa asam amino ini tidak dapat dibuat dalam tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Asam amino lainnya dapat diubah dari satu bentuk lain dengan bantuan enzim–enzim khusus dalam sel-sel tubuh, terutama enzim dalam sel hati.

3. Sebagai “pengatur lalu lintas” tubuh

Zat makanan yang diabsorpsi dari usus halus akan menuju hati sebagai “pool center”. Hati memiliki kemampuan memproduksi, menyimpan, dan mengedarkan gula (glukosa) ke seluruh bagian tubuh. Dalam hati, glukosa disimpan sebagai glikogen. Glikogen hati hanya dikeluarkan sesuai dengan pemakaian dalam jaringan.

Hati juga mengawasi kadar kolesterol dalam darah, mengolah, dan memproduksinya sebanyak yang dibutuhkan. Pembuatan kolesterol dari asam asetat  dilakukan di dalam hati. Begitu pun dengan lipoprotein plasma, kendaraan yang mengangkut trigliserida juga dibuat di dalam hati. 

4. Sebagai pengolah vitamin dan imunitas tubuh

Hati atau liver memiliki fungsi dalam pengolahan vitamin, terutama vitamin D. Proses pengaktifan vitamin D dilaksanakan oleh hati bersama dengan ginjal. Hati juga memiliki sel yang bertugas sebagai sentral sistem imun bernama Sel Kuppffer. Sel Kupffer meliputi 15% dari massa hati serta 80% dari total populasi sel imun tubuh. Sel ini sangat penting dalam menanggulangi serangan bakteri, virus, dan kerusakan lain yang berasal dari luar tubuh. Hal ini penting dalam melawan infeksi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com