Senyum yang Tertahan

Home / Kopi TIMES / Senyum yang Tertahan
Senyum yang Tertahan Wiyono, M.Pd, Pendidik dan Penulis di Al Izzah Batu

TIMESJAKARTA, BATUSENYUM adalah ibadah sekaligus sedekah. Hal tersebut tertera di dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi nomor 1956 berbunyi "Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu". Begitu juga Muslim juga meriwayatkan "Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya bertemu dengan saudaramu dengan wajah berseri". (HR Muslim No. 2626).

Bahkan Jarir Bin Abdillah menceritakan: "Rasulullah tidak pernah melihatku sejak aku masuk Islam, kecuali Beliau tersenyum". (HR Bukhari No 250).

Selain itu, juga dikuatkan dan dipaparkan dalam kitab Tuhfathul Ahwadzi yang berbunyi "Menampakkan wajah manis di hadapan seorang muslim akan menyebabkan hatinya merasa senang dan bahagia, dan melakukan perbuatan yang menyebabkan bahagianya hati seorang muslim adalah suatu kebaikan dan keutamaan." (Tuhfathul Ahwadzi No. 6, hal 75-76).

Di dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda ”Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu". (HR Al Hakim1/212).

Sayangnya tak semua orang bisa mengamalkan hal yang spesial tersebut. Mungkin sebagian mereka beranggapan 'apa arti sebuah senyum'. Hal tersebut tertera dalam syair puisi berikut:

Senyum Yang Tertahan

Apa artinya senyum
Jika masih tertahan
Apa artinya senyum
Jika masih
Berupa harapan
Apa artinya senyum
Jika belum kesampaian
Apa artinya senyum
Jika sekedar
Sembilan delapan
Apa artinya senyum
Jika belum dapat seratusan
Apa artinya senyum
Jika tetep tertahan

Kata senyum jika dimaknai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit. Lebih jelas lagi banyak makna yang terkandung di dalamnya.

Berbagai macam sebutan senyum ini, contoh: senyum manis, senyum lebar, senyum lepas, senyum kecut, dan masih banyak sebutan senyum, senyum yang lainnya. Perbuatan ini meskipun dianggap amalan 'sepele' tetapi bisa memberi dampak yang luar biasa. 

Sebagai contoh, seseorang yang awalnya akan marah kemudian jika ditanggapi dengan senyum maka lambat laun akan cair dan tidak jadi marah. Contoh lain seseorang yang suka senyum maka akan banyak teman, saudara, dan otomatis banyak yang suka padanya. Selain itu seseorang yang suka senyum maka dia akan awet muda karena kulit wajahnya selalu bergerak.

Di samping itu orang yang suka senyum maka akan banyak kebaikan, baik kebaikan di dunia maupun di hari akhir kelak. Lebih baik lagi dengan senyum akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain yang secara tidak langsung kita akan mendapat balasan kebahagiaan itu juga. 

Kesimpulannya mari kita berusaha menyebarkan sunnah rasul tersebut dengan senyum lepas, tidak ditahan, tidak kecut dan senyum dengan sepenuh hati supaya kita dapat kebaikan, amal dan kebahagiaan, juga pahala sedekah dari ibadah yang tiada putusnya. Intinya tidak menahan senyum, baik di luarnya tetapi juga baik di dalamnya. Semoga BISA Meraih Yang Terbaik.

***

*) Penulis: Wiyono, M.Pd, adalah Pendidik dan Penulis di Al Izzah Batu.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Tags:

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com