Merasakan Layanan Istimewa di Yogyakarta dan Bandara Soetta

Home / Kopi TIMES / Merasakan Layanan Istimewa di Yogyakarta dan Bandara Soetta
Merasakan Layanan Istimewa di Yogyakarta dan Bandara Soetta Prof Marlina (FOTO: Isitmewa/TIMES Indoensia)

TIMESJAKARTA, YOGYAKARTA – Senin siang (19/8/2019) lalu begitu menginjakkan kaki di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, setelah transit di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, dari Padang saya mulai merasakan layanan yang istimewa. Hal itu saya rasakan terus hingga meninggalkan kota tersebut.

Diawali saat keluar dari ruangan tempat pengambilan bagasi. Sudah menunggu pakar komunikasi Dr Aqua Dwipayana. Beliau baru saja tiba dari Magelang setelah sharing komunikasi dan motivasi dengan sekitar 500 siswa dan guru di Madrasah Tsanawiyah atau MTs Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah.

Dari Padang saya bertiga. Dua teman saya adalah Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang, Prof Maria Endo Mahata dan Prof Husmaini. Selama di Yogyakarta kami mendapat tugas yang sama: mewawancarai calon mahasiswa penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Merasakan-Layanan-Istimewa.jpg

Dua teman saya awalnya ragu untuk gabung dengan saya dan Pak Aqua. Mereka khawatir merepotkan dan mobilnya tidak muat. Namun Pak Aqua meyakinkan mereka bahwa sama sekali tidak ada masalah dan muat termasuk kopor yang kami bawa.

Pak Aqua menjemput kami tidak sendiri, namun ditemani Kepala Times Indonesia Biro Yogyakarta Pak Amar Riyadi dan Pak Agus Sunaryo yang mengemudikan mobil Suzuki Ertiga. Begitu mobilnya tiba dari parkiran, Pak Aqua langsung memilih duduk di belakang dekat tiga kopor yang kami bawa.

Melihat itu kami menjadi tidak enak hati. Sementara Pak Aqua tenang2 saja sambil berucap, "Tidak apa2 Bu Marlina. Santai saja. Saya harus menghormati tamu2 saya yakni Bu Marlina, Bu Maria, dan Bu Husmaini yg semuanya profesor."

Di Ruang VIP, Semua Makanannya Enak

Kemudian, Pak Aqua ngajak kami makan siang. Beliau menanyakan makanan favorit kami dengan tujuan makannya di tempat yg menjual makanan yg kami sukai. Beliau paham bahwa kami tidak suka dengan makanan yg manis-manis.

Setelah rundingan sebentar di mobil akhirnya diputuskan makan di resto Kurnia Village, tempat Pak Aqua sekeluarga sering mengajak tamu2nya. Saat tiba di resto itu saya perhatikan para pelayanannya sudah familiar sama Pak Aqua.

Kami makannya di ruang VIP, ruangan terbaik di resto itu. Pak Aqua mempersilakan kami bertiga untuk memilih makanan yg dipesan. "Ibu2 biasanya lebih paham makanan yg enak. Silakan Ibu2 pilih. Saya tinggal makan saja," kata Pak Aqua sambil tersenyum.

Sambil menunggu makanan dan minumannya datang, kami ngobrol berbagai hal. Pak Amar mempersilakan kami menulis di medianya, TIMES Indonesia. Alhamdulillah.

Begitu makanannya tiba, kami semua dengan lahap menyantapnya. Seluruhnya enak. Sehingga saya tidak heran kalau itu menjadi resto favorit Pak Aqua sekeluarga menjamu tamu-tamunya.

Kemudian kami mampir ke rumah Pak Aqua di kompleks perumahan dosen UGM Sawit Sari Condong Catur, Sleman. Rumah itu awalnya dibeli untuk ditempati putri sulung beliau Alira Vania Putri Dwipayana yg akrab dipanggil Ara. Pada 2014 Ara diterima di Jurusan Hubungan Internasional program internasional Fisipol UGM. Namun Ara hanya bertahan satu semester di UGM.

Setelah itu Ara kuliah di Korea University Business School Seoul, Korsel. Mendapat beasiswa penuh tanpa ikatan dari pemerintah Korsel. Sejak itu rumah Pak Aqua di Yogyakarta didedikasikan sepenuhnya buat tamu-tamunya.

Di ruang tamu rumahnya, ada berita di Harian Jogja di pigura yg judulnya ditulis besar "Dr. Aqua Dwipayana Manusia Langka". Awalnya saya heran campur penasaran dengan judul itu. Belakangan setelah berinteraksi dengan Pak Aqua, baru saya memahami maksud berita itu.

Kami mendapatkan hadiah buku super best seller  karya Pak Aqua yg fenomenal yg berjudul The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi dan Produktif Sampai Mati. Beliau berkenan menandatangani buku tersebut.

Sekitar sejam di rumah Pak Aqua, kami kemudian diantar ke hotel. Malamnya acara pembukaan.

Esoknya, Selasa malam, 20 Agustus 2019 Pak Aqua kembali menjamu kami makan malam di angkringan Gadjah Jl Kaliurang Yogyakarta. Di tempat itu tersedia aneka makanan khas Yogya.

Saya perhatikan Pak Aqua akrab dengan semua pelayan di angkringan itu. Ternyata beliau bersama keluarganya sering menjamu tamu di sana sehingga familiar dengan mereka.

Sangat Mengasyikkan, Membuka Wawasan dan Pengetahuan

Sambil makan, Pak Aqua menawarkan ke kami untuk memblok tempat duduk di pesawat Garuda Indonesia (GA) dari Yogyakarta ke Padang dengan transit di Soetta. Juga ditawari untuk menunggu di lounge GA baik di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Merasakan-Layanan-Istimewa-2.jpg

Kami awalnya ragu karena merasa tidak enak sebab sudah banyak merepotkan Pak Aqua. Namun kami melihat ketulusan dan keikhlasan beliau membantu kami sehingga akhirnya kami putuskan menerima tawarannya. Salah seorang teman saya minta diundurkan sehari penerbangan dari Bandara Soetta ke Padang.

"Insya Allah saya bantu. Saya banyak teman di GA termasuk para direksinya," kata Pak Aqua.

Saat mengantarkan kami ke hotel, Pak Aqua sekaligus pamit karena Rabu pagi (21/8/2019) pukul 05.00 kembali ke Jakarta. Beliau pagi itu mau sharing Komunikasi dan Motivasi dengan sekitar 500 orang prajurit dan anggota Jalasenastri di Komando Lintas Laut Militer TNI Angkatan Laut.

"Selama di Yogyakarta jika sewaktu2 Ibu2 butuh bantuan silakan kontak saya. Insya Allah saya bantu," pesan Pak Aqua kepada kami.

Berbincang dengan Pak Aqua sangat mengasyikkan, membuka wawasan, dan pengetahuan. Terutama terkait dengan silaturahim dan membantu orang lain tanpa pamrih. Hal itu membuat bahagia dan memperdalam rasa syukur kepada Allah Subhanahu wata'ala sehingga senantiasa mengucapkan syukur tak henti-henti terhadap RahmatNYA.

Kamis sore (22/8/2019) tanpa kami duga Pak Agus datang ke hotel kami. Beliau membawa empat kardus besar oleh-oleh makanan khas Yogyakarta buat kami, titipan dari Pak Aqua. Kami sangat kaget dan sama sekali tidak menyangka mendapatkan itu.

Jumat pagi (23/8/2019) selesai sholat Subuh saya meninggalkan hotel menuju Bandara Adisutjipto. Ada beberapa teman yg bareng sama saya. Saya naik pesawat GA pukul 06.20. Sebelum saya tiba, sudah dibantu check in dan oleh petugas GA ditemani menunggu di lounge GA. Rasanya nyaman sekali.

Menumpahkan Air Mata di Mushollah Lounge GA

Menunggu pesawat GA dari Bandara Soetta ke Padang, saya sholat dhuah di mushollah lounge GA bandara. Seusai sholat, saya menumpahkan air mata di atas sajadah. Merasakan nikmat Allah SWT.

Luar biasa semua pelayanan yang saya terima. Petugas GA yg bernama Yudhi menjemput saya di pintu pesawat sesaat setelah mendarat di Bandara Soetta. "Dengan Ibu Marlina?" katanya dengan sopan menyapa saya.

Kemudian semua bawaan saya diambil dan dibawa ke lounge GA naik mobil VIP sebab pesawatnya parkir di remote area. Di mobil itu hanya saya sendiri penumpangnya. Kami menuju lounge GA lewat lift khusus.

Mas Yudhi mengantarkan saya hingga tempat duduk di lounge GA. Hal pertama y saya lakukan, mencari musholla, lalu wudhu dan menumpahkan rasa Puji syukur saya pada Allah SWT.

Melalui Pak Aqua, saya dilayani dengan sangat baik, seperti seorang pejabat. Bedanya, saya berpenampilan sederhana, nggak punya pengiring, kerepotan membawa laptop dan tas tangan serta  1 kotak bakpia kecil yang telah saya beli. Saya kelebihan bagasi karena di oleh2i sekotak besar kotak bakpia 25 oleh Pak Aqua.

Saya membuat tulisan ini sembari masih memakai mukenah. Benar-benar bersyukur atas semua nikmatNya dan berbagai kemudahan yang diberikan Allah SWT lewat Pak Aqua.

Saya di Padang hanya sekitar tiga jam, khusus menemui keluarga. Setelah itu saya tugas ke Iran untuk ikut seminar internasional. Pesawatnya transit di Kuala Lumpur dan Sarjah yang dekat Dubai.

Terima kasih banyak Pak Aqua untuk semua kebaikan Bapak sekeluarga ke saya dan teman-teman. Semoga Allah SWT membalasnya dengan melimpahkan rejeki sehat dan rejeki harta yang melimpah. Aamiiin ya Rabb. Salam hormat dan takzim buat Bapak sekeluarga. (*)

*)Penulis, Prof Marlina adalah Guru Besar di Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat

*) Catatan perjalanan ke Kota Pelajar dan Budaya Yogyakarta

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com