Bincang Transformasi Digital, Pusdatin Kemendikbud RI: Teknologi Itu Jiwa Zaman

Home / Pendidikan / Bincang Transformasi Digital, Pusdatin Kemendikbud RI: Teknologi Itu Jiwa Zaman
Bincang Transformasi Digital, Pusdatin Kemendikbud RI: Teknologi Itu Jiwa Zaman M. Hasan Chabibie, praktisi pendidikan (FOTO: Istimewa)

TIMESJAKARTA, JAKARTA – Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud RI M. Hasan Chabibie menyampaikan, di tengah pandemi, perubahan merupakan keniscayaan. Para pelaku usaha, pegiat bisnis, juga para pemimpin dunia bergerak untuk menangkap perubahan, dengan mengikuti perkembangan situasi serta memaksimalkan teknologi.

''Karenanya di tengah kondisi itu, teknologi merupakan jiwa zaman.'' ucap M. Hasan Chabibie, dalam Bincang Transformasi Digital yang diselenggarakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (12/08/2020).

Dalam agenda ini, terjadwal sebagai pembicara  yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekjen Kementerian Keuangan Hadiyanto, Sekjen Kementerian Dalam Negeri Muhammad, dan beberapa pembicara lain. Asisten Khusus Menkeu Yustinus Prastowo menjadi moderator dalam agenda ini.

Hasan Chabibie, Plt Kepala Pusdatin dalam pemaparannya menyampaikan bahwa petuah Ki Hajar Dewantara masih sangat relevan hingga kini. "Izinkan saya mengutip petuah dari Ki Hajar Dewantara. Pada sebuah karya, Ki Hajar menuliskan: 'Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbunya kodrat itu," demikian ungkap Hasan.

Dalam konteks ini, ungkap Hasan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan semaksimal mungkin memfasilitasi, bagaimana tumbuh berkembang seorang peserta didik dan anak-anak kita, sehingga bisa mencapai apa yang mereka cita-citakan.

"Namun, pada sisi lain, kita berhadapan dengan satu kondisi demografi yang demikian, dengan 514 kabupaten-kota, ada 59 juta siswa yang terlibat dalam pusaran kegiatan pendidikan. Ini tentu tidak mudah, untuk bersama-sama kita menjemput masa depan," jelasnya.

"Saya ingat pepatah lama, bahwa jika ingin berjalan cepat kita bisa saja jalan sendirian. Tapi, jika ingin berjalan jauh, maka harus bersama-sama. Kita mengupayakan bagaimana 59 juta siswa ini bisa berjalan bersama-sama. Sehingga, diharapkan apa yang dicita-citakan adik kita bisa tercapai," terang Hasan yang juga penulis buku 'Digital Literasi'.

Ia menjelasan, bahwa dalam perubahan kultur pendidikan dan dunia kerja, itu mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman, dengan penggunaan teknologi. "Kami sangat meyakini, teknologi itu nafasnya zaman. Siapa yang hari ini menguasai itu, Insya Allah akan bisa beradaptasi dengan perubahan," ungkapnya di hadapan ratusan peserta Bincang Transformasi itu.

Melihat masa depan, M. Hasan Chabibie menilai penting kerjasama antar pihak untuk jembatan transformasi. "Di sektor pendidikan juga sama, apalagi karena pandemi. Sehingga mau tidak mau, senang tidak senang dengan segala kritikan yang kami terima, dengan segala masukan yang kami dengarkan, juga saran-saran yang nantinya akan kami ikhtiarkan dalam proses ke depan, maka pembelajaran jarak jauh itu akan menjadi opsi, sebagaimana disampaikan oleh Mas Menteri Nadiem M Makarim."

 Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud RI M. Hasan Chabibie menjelaskan, pihaknya membuka dialog dan ruang kolaborasi untuk semua pihak, untuk memajukan serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com