Dorong Kunjungan Wisatawan, Ini Hotel yang Boleh Berdiri di Banyuwangi

Home / Ekonomi / Dorong Kunjungan Wisatawan, Ini Hotel yang Boleh Berdiri di Banyuwangi
Dorong Kunjungan Wisatawan, Ini Hotel yang Boleh Berdiri di Banyuwangi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Managing Director Hotel Dialoog Erick Fiavre. (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, BANYUWANGI – Meski jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, pertumbuhan hotel di Banyuwangi bukan berarti tanpa kontrol. Tidak semua hotel yang mengajukan izin di Banyuwangi dapat direalisasikan.

“Kita batasi izin hotel baru di Banyuwangi agar tidak seperti di daerah wisata lain. Ketika ratusan hotel baru dibangun, ternyata okupansinya rendah, dan akhirnya perang harga tidak karuan,” terang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (8/8/2018).

Hotel yang diizinkan pun, harus memenuhi kualifikasi tertentu. Mulai dari arsitekturnya yang mengadaptasi tradisi ataupun budaya lokal, juga harus hotel berbintang tiga ke atas. “Jika hotel bintang dua ke bawah, tidak kami izinkan. Biar pasar hotel bintang dua ke bawah dinikmati homestay-homestay yang dikelola rakyat Banyuwangi,” paparnya.

Untuk mendorong tingkat kunjungan, imbuh Anas, Banyuwangi tidak hanya menyasar wisatawan yang akan melakukan pelesir. Namun, juga menyasar pada kedatangan para tamu yang melakukan wisata pelayanan publik. Berbagai inovasi kinerja pemerintahan daerah yang berhasil dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi menjadi daya tarik untuk melakukan kunjungan kerja ke ujung timur Pulau Jawa tersebut.

“Pada tahun lalu, setidaknya ada 39 ribu tamu dengan kategori kunjungan kerja maupun pertemuan khusus di Banyuwangi. Tahun ini, kita menargetkan bisa mencapai 50 ribu kunjungan dari pemerintah daerah lain, lembaga pemerintah, maupun BUMN yang ingin melihat inovasi pelayanan publik Banyuwangi,” harapnya.

Sementara itu, Managing Director Hotel Dialoog Erick Fiavre mengatakan, pihaknya bangga bisa mendirikan hotel di Banyuwangi yang tengah bertumbuh pariwisatanya. 

"Kami ingin menjadi bagian dari pertumbuhan banyuwangi. Banyak wisatawan mengenal Banyuwangi sebagai daerah dengan destinasi wisata yang potensial misalnya Gunung Ijen, Sukamade, Taman Nasional Alas Purwo, dan G-Land," ujarnya.

Selain destinasi wisata Banyuwangi yang sangat potensial, ada hal lain yang membuat pihaknya tertarik mendirikan hotel di Banyuwangi. Yakni pengembangan infrastruktur, khususnya masalah akses.

“Ada direct flight dari ibu kota Jakarta ke Banyuwangi sehari lima kali. Selain itu, Banyuwangi terus mendorong penerbangan internasional. Ini adalah salah satu alasan kenapa kami hadir di sini,” kata Managing Director Hotel Dialoog Erick Fiavre.

Hotel bintang empat mengambil lokasi di pinggir pantai. Terdiri atas 116 kamar yang terbagi dalam kelas deluxe dan suite. Selain itu, juga dilengkapi dengan beach club yang langsung menghadap ke Selat Bali yang eksotis. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com