Kasus Pemotongan Dana BPJS Berlanjut, Kejari Panggil Kepala Puskesmas Se-Gresik

Home / Berita / Kasus Pemotongan Dana BPJS Berlanjut, Kejari Panggil Kepala Puskesmas Se-Gresik
Kasus Pemotongan Dana BPJS Berlanjut, Kejari Panggil Kepala Puskesmas Se-Gresik Marjuki, Kasi Intel, Keaaksaan Negeri Gresik, Jawa Timur. (FOTO : Akmal/TIMES Indonesia).

TIMESJAKARTA, GRESIK – Kasus dugaan pemotongan dana kapitasi BPJS Kesehatan oleh Dinas Kesehatan, Pemkab Gresik, Jawa Timur terus berlanjut. Kali ini, Kejaksaan Negeri (KejariGresik memanggil kepala puskesmas se Kota Pudak untuk dimintai keterangan.

Kamis (9/8/2018) siang, sejak pukul 09.00, tim penyidik dari Kejari Gresik memeriksa 12 Kepala Puskesmas beserta Bendahara untuk diminta keterangannya.

"Kita jadwalkan sekarang dan besok. Hari ini 12 Kepala Puskesmas, pemeriksaan diprediksi memakan waktu lama sebab semua Kepala Puskesmas beserta Bendahara akan dipanggil," kata Kasi Intel Kejari Gresik, Marjuki saat ditemui di kantornya.

Pemanggilan tersebut dikatakan Marjuki merupakan salah satu upaya untuk membongkar dugaan pemotongan 10 persen dana kapitasi BPJS Kesehatan oleh Dinas Kesehatan. "Ya, seputar itu," ucap dia.

Setelah memanggil Kepala Puskesmas beserta Bendahara, Marjuki menjelaskan dalam waktu dekat juga akan memanggil Kadinkes Gresik, dr Nurul Dholam untuk diminta keterangannya.

"Ya tunggu lah, akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan," pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus ini berawal dari penggeledahan kantor Dinkes Pemkab Gresik di Jalan dr Wahidin SH dan rumah Kadinkes dr Nurul Dholam di Sukomulyo, Kecamatan Manyar pada Senin (6/8/2018).

Sementara itu, Kepala Puskesmas bersama Bendahara silih berganti memasuki ruang pemeriksaan untuk diminta keterangannya soal dugaan pemotongan dana kapitasi BPJS Kesehatan. Ketika ditanya awak media, mereka memilih bungkam. "Tidak mau komentar," celetuk salah seorang Kepala Puskesmas sembari keluar dari ruang pemeriksaan di Kejari Gresik. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com