Pemkot Yogyakarta Pertahankan Lahan Pertanian Seluas 53 Hektare

Home / Ekonomi / Pemkot Yogyakarta Pertahankan Lahan Pertanian Seluas 53 Hektare
Pemkot Yogyakarta Pertahankan Lahan Pertanian Seluas 53 Hektare Salah satu kegiatan panen di Kelurahan Sorosutan, Kota Yogyakarat. (FOTO: Dok. Humas Pemkot Yogyakarta For TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, YOGYAKARTA – Di tengah menjamurnya gedung bertingkat dan tingginya kebutuhan hunian tempat tingga, Pemerintah Kota (Pemkot Yogyakarta) berusaha mempertahankan luas lahan persawahan di wilayahnya. Saat ini, luas lahan pertanian di Kota Yogyakarta hanya seluas 53 hektare.

“Sawah seluas itu yang ditanami padi tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Yogyakarta. Sehingga, pertanian yang ada di Kota Yogyakarta digunakan untuk edukasi dan potensi wisata bukan mengejar produktivitas panen padi,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto.

Untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian, Pemkot Yogyakarte telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 112 tahun 2017 Tentang Pengendalian Lahan Sawah Beririgasi Teknis. Dengan aturan itu lah, sejak 1 Januari 2018 Pemkot dapat melakukan penundaan pemberian izin perubahan penggunaan lahan sawah untuk bangunan atau alih fungsi lahan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Rukun Sorosutan, Sunarjo menerangkan, dua tahun terakhir luas lahan pertanian di di Sorosutan susut lebih dari 4 hektare. Penyusutan itu karena pemilik menjual lahannya untuk dialihkan investasi yang lain seperti kos-kosan. Sebab, pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan.

“Sekarang lahan pertanian di Sorosutan tinggal tersisa 8 hektare,” papar Sunarjo.

Satu hektare lahan dapat menghasilkan sebanyak 11,9 ton gabah. Padi yang ditanam petani kebanyakan IR64 hasil kerjasama dengan Kodim 0734/Yogyakarta. “Lahan pertanian yang ada di Sorosutan merupakan lahan demplot ketahanan pangan,” kata Komandan Kodim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Bram Pramudia. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com